Just another free Blogger theme

Ad Section

Minggu, 18 Desember 2016

untuk pelajaran kejuruan multimedia dan teknik komputer jaringan pengambilan nilai raport saya mengambil dari tugas kelompok terdiri dari 3 orang dan rincian tugasnya :

Kelas X MM dan TKJ : buatlah makalah tentang hardware, software dan brainware serta cara merakit dan instalasi sistem operasi.

Kelas XI MM : buatlah makalah tentang animasi stopmotion dan komposisi foto digital

Kelas XI TKJ : buatlah makalah tentang pengoprasian PC dan periferal serta cara memperbaiki periferal

Kelas XII TKJ : buatlah makalah tentang perancangan jaringan dan sistem pengamanannya

Kelas XII MM : buatlah profosal penawaran tentang produk multimedia atau usaha yang berkaitan tentang multimedia

dan tugas dikirim ke email saya ( peotdani@gamil.com ) dalam bentuk word di serta kan nama kelompoknya dan subjeknya "tugas kejuruan pa dani". tugas dikumpulkan paling lambat tanggal 20-12-2016.

"selamat mengerjakan dan semoga berhasil"

Rabu, 10 Agustus 2016



Langkah-langkah Menginstal Linux Debian 6 Berbasis Teks

Perbedaan-perbedaan tersebut harusnya tidak membingungkan dan tidak menambah sulit. Posting ini pun sebenarnya tidak perlu dibuat. Karena dalam mengintal Debian 6 Teks sobat bisa mengikuti langkah-langkah menginstal Debian 6 GUI pada posting lalu, tentunya dengan hanya sedikit perbedaan. Tapi jika sobat ada yang membutuhkan panduan penginstalan Debian 6 Teks secara lengkap dari awal-sampai akhir, sobat bisa menyimak artikel ini.

LINUX Berbasis Teks adalah sistem operasi yang terkenal dengan keamananya, dan banyak digunakan oleh server-server pada sebuah Jaringan. Nah untuk langkah-langkah penginstalan salah satu sistem operasi Linux berbasis Teks yakni pada debian 6, adalah sebagai berikut:

Pertama sobat harus sudah mempersiapkan file SO Debian 6 pada DVD Drive atau pada Flashdisk. Boleh juga kalau file SO Debian 6 milik sobat berupa ISO, namun perlu diextract dahulu contohnya dengan PowerISO. Silakan Setting first Boot pada BIOS, isi dengan Storage Device tempat disimpanya SO Debian 6 agar pada saat Booting sistem komputer langsung membaca file SO Debian 6 tersebut.

Ingat, setelah instalasi selesai dan Debian 6 Teks sedang digunakan sobat tidak bisa menggunakan mouse, sobat hanya bisa menggunakan keyboard.

Langkah-langkah Menginstal Linux Debian 6 Berbasis Teks

  • Pada installer Boot Menu langsung pilih saja Instal.
  • Pilih bahasa yang sobat inginkan.
  • Pilih lokasi tempat tinggal anda. Jika tidak ada dalam daftar, sobat bisa memilih other.
  • Pilih benua tempat tinggal sobat.
  • Nah barulah sobat bisa memilih negara tempat tinggal sobat.
  • Konfigurasi basis standard lokal, pilih United States yang telah umum digunakan.
  • Pilih keyboard layout yaitu American English yang telah umum digunakan oleh banyak orang.
  • Jika sobat diminta untuk memilih primary network interface, silakan pilih yang eth0.
Langkah-langkah Menginstal Linux Debian 6 Berbasis Teks
  • Selanjutnya akan ada proses configure the network, jika terjadi kegagalan abaikan saja dan klik continue.
  • Selanjutnya memilih metode konfigurasi jaringan. Karena SO Linux Debian ini akan kita gunakan untuk sebuah jaringan, maka kita perlu untuk konfigurasi jaringan. Maka pilih configure network manualy. Sobat harus tau aturan pemberian IP Addressuntuk konfigurasi ini. Jika sobat tidak membutuhkan konfigurasi ini, maka sobat bisa melewatinya dengan memilih do not configure the network at this time.
Langkah-langkah Menginstal Linux Debian 6 Berbasis Teks
  • Silakan masukan IP Address sesuai dengan keinginan sobat. Contohnya dengan IP Address kelas C seperti 192.168.100.23
  • Biasanya netmask akan terisi otomastis. Jika tidak terisi otomatis, silakan isi secara manual. Contohnya netmask untuk kelas C 255.255.255.0
  • Gateway juga biasanya terisi otomastis. Jika tidak terisi otomastis, sobat masukan Network ID seperti IP Address namun segmen terakhir atau Host ID ubah dengan angka 1. Contoh pada gateway dengan mengacu pada IP Address yang telah saya buat 192.168.100.1
  • Begitupun Name Server Address akan terisi otomatis. Jika tidak isi saja sama dengan Gateway, atau sama dengan IP Address yang digunakan server.
  • Isi hostname dengan nama apapun yang sobat sukai. Pada windows hostname adalah computer name. Mengerti kan? Saya akan contohkan hostname: debian.
  • Domain bisa sobat isi dengan hostname dengan diakhiri dengan sebuah domain (.com, .net, .sch, .org dll). Contoh: debian.net
  • Isi root password. Root password adalah password untuk super user pada SO yang saat ini sobat instalkan. Superuser itu seperti Administrator pada SO Windows.
  • Masukan kembali root password yang telah sobat buat untuk verifikasi.
  • Masukan nama lengkap untuk user baru.
  • Masukan username sesuai dengan keinginan sobat. Agar lebih mudah, masukan saja nama depan sobat.
  • Masukan password untuk user baru yang telah sobat buat.
  • Masukan kembali password yang baru sobat buat untuk verifikasi.
  • Konfigurasi zona waktu, pilihlah kota terdekat dengan tempat tinggal sobat. Atau pilihlah kota yang sesuai dengan zona waktu di tempat tinggal sobat.
  • Pada metode pemartisian, pilihlah Guided-use entire disk untuk membuat seluruh hardisk menjadi partisi. Jika sobat ingin mengatur lebih lanjut atau membuat pastisi lebih dari satu buah, sobat bisa memilih manual.
Langkah-langkah Menginstal Linux Debian 6 Berbasis Teks
  • Jika meminta pemilihan disk, pilihlah disk yang sobat inginkan untuk diproses dalam pemartisian.
  • Pada skema pemartisian, pilihlah all files in one partition untuk menyimpan semua file system pada satu partisi. Pilihan ini direkomendasikan untuk pengguna baru.
  • Jika sobat telah selesai dalam mengatur pemartisian, maka pilihlah finish partitioning and write change to disk.
  • Pada pertanyaan write the change to disk, pilihlah yes untuk menyimpan pengaturan pemartisian yang telah sobat lakukan.
  • Pada pertanyaan scan another CD or DVD, silakan pilih yes jika sobat mempunyai paket repository lain pada Debian. Jika tidak punya, pilih saja No.
  • Pada pertanyaan use the netwotk mirror, pilih saja No jika sobat tidak akan menggunakan jaringan lain pada SO yang sobat instal.
  • Pada pertanyaan participate in the package survey, pilih saja No jika sobat tidak akan ikut berpartisipasi dalam survei penggunaan packet.
  • Nah di sinilah bagian yang berbeda dengan penginstalan Debian 6 GUI. Jika pada Debian 6 GUI dalam software yang diinstalkan, memilih Grapichal Desktop Environment. Sedangan pada Debian Teks tidak.
  • Jika sobat tidak akan membuat PC yang sedang diinstal ini sebagai server, maka sobat cukup memilih Standard System Utilities saja.
Langkah-langkah Menginstal Linux Debian 6 Berbasis Teks
  • Pada proses selanjutnya tidak akan selama pada penginstalan Debian 6 GUI. Tunggu hingga selesai.
  • Pada pertanyaan instal the GRUB Boot Loader to the master boot record, pilihlah yes.
  • Nah tidak lama setelah ini proses instalasi pun selesai. Klik continue dan Debian akan merestart otomatis.
  • Akan langsung memulai proses Booting, lalu sobat login dengan user dan user password yang telah sobat buat

Senin, 27 Juni 2016

Langkah-langkah membuat database:
1. Buka program Microsoft Access, dengan cara:
- Klik Start
- Klik Programs, klik Mocrosoft Office
- Klik Microsoft Access 2007

Description: http://aditnanda.files.wordpress.com/2012/05/gambar-1.png?w=300&h=187

2. Untuk membuat database baru, Klik Blank Database, disebelah kanan akan tampil dialog Blank Database.

Description: http://htmlimg1.scribdassets.com/3jrns352v4b7z6o/images/1-406369543e.png


3. Tentukan Nama file dan lokasi penyimpanan database yang terletak disebelah kanan bawah.CATATAN: untuk memberi nama database, tidak diperbolehkan memakai spasi, jika ingin memberi jedah, gunakan “_” untuk memisahkan nama file tersebut.Contoh:database_anak_IDA04 atau DatabaseAnakIDA04.

Description: http://aditnanda.files.wordpress.com/2012/05/gambar-3.png?w=300&h=187


4. Kemudian klik tombol create.
5. Selanjutnya akan tampil lembar kerja database.

Membuat Table:
1. Klik tab menu Create
2. Klik Table Design
3. Maka akan muncul tampilan Table Design

Description: http://aditnanda.files.wordpress.com/2012/05/gambar-4.png?w=300&h=187


Lalu Klik kanan pada nama table kemudian pilih design view,dan selanjutnya buat nama. 


4. Isi kolom-kolom di Field name, Data Type, Description.
Keterangan: 
Field name : merupakan kolom untuk menuliskan nama field yang akan dipesan 
Data Type : untuk menentukan jenis data, apakah datanya berupa abjad, angka, tanggal, dst 
Description : tidak harus diisi hanya berupa keterangan yang kita tulis yang berhubungan dengan nama field 
Field properties : untuk menentukan ukuran dari panjang field, format data, judul field, validasi dll. 

Catatan: Field adalah kolom-kolom yang ada di database,contoh : NIM, Nama Pegawai, Alamat, Jenis Kelamin dll. Setiap field itu ada pengaturan atau properties nya sendiri, contoh field Nama Pegawai atau alamat, data type nya text, di field properties nya #yang ada dibawah# field size: 50. klo untuk tanggal, ada pengaturannya sendiri. Dicoba aja. Oia setiap table itu ada PRIMARY KEY nya. Maksudnya, seperti patokan gitu. Misalnya field pertama itu NIM, biasanya NIM kan isinya angka aja, atau campur-campur dari angka dan huruf, biasanya klo KEY itu, berurutan. Contoh M001, baris ke dua M002, M003 dst. Klo g beraturan, nanti bias bermasalah sama databasenya. Primary key itu terletak di pojok kiri samping field. Ada gambar kunci. Klo g mau aktifin primery key, ke design.

a) Tabel_Barang
Untuk membuat tabel barang caranya, klik Create pilih Table lalu save dengan nama Tabel_Barang lihat gambar dibawah :


Description: http://aditnanda.files.wordpress.com/2012/05/gambar2.png?w=305&h=320


Description: http://aditnanda.files.wordpress.com/2012/05/gambar3.png?w=320&h=178


Setelah itu kita mulai design table beserta menentukan field-fieldnya, caranya klik kanan pada Tabel_Barang kemudian pilih DesignView , dan tentukan Primary Key nya padakode_barang seperti gambar dibawah ini :

Description: http://aditnanda.files.wordpress.com/2012/05/gambar4.png?w=252&h=320

Setelah dibuat Design nya, lalu klik kanan pada Tabel_Barang kemudian pilih open, lalu masukkan 10 database seperti gambar dibawah ini :

Description: http://aditnanda.files.wordpress.com/2012/05/gambar5.png?w=400&h=182

Setelah selesai selanjutnya kita buat Tabel_Karyawan :


b) Tabel_Karyawan :


Buat tabelnya sama seperti diatas hanya lalu Desain Viewnya kita buat lagi, lihat gambar dibawah ini :

Description: http://aditnanda.files.wordpress.com/2012/05/gambar7.png?w=320&h=256

Setelah dibuat klik kanan pada Tabel_Karyawan kemudian pilih open, lalu masukkan10 database seperti gambar dibawah ini :

Description: http://aditnanda.files.wordpress.com/2012/05/gambar6.png?w=320&h=256

Setelah dibuat kita lanjut membuat tabel detail penjualan :


c) Tabel_D_Penj

Buat tabel baru, kemudian DesignViewnya, buat seperti gambar dibawah ini :

Description: http://aditnanda.files.wordpress.com/2012/05/gambar8.png?w=239&h=320

Setelah dibuat klik kanan pada Tabel_D_Penj kemudian pilih Open, lalu masukkan10 database seperti gambar dibawah ini :

Description: http://aditnanda.files.wordpress.com/2012/05/gambar9.png?w=400&h=161

Setelah dibuat, terus yang terakhir kita membuat tabel header penjualan :

d) Tabel_H_Penj

Nah, kalian sudah ngerti kan tinggal saya kasih DesignViewnya nih, lihat gambar :

Description: http://aditnanda.files.wordpress.com/2012/05/gambar10.png?w=293&h=320

Setelah itu masukkan 10 record databasenya, seperti gambar :

Description: http://aditnanda.files.wordpress.com/2012/05/gambar11.png?w=320&h=251

Nah, tabel sudah kita buat semua lalu langkah selanjutnya kita harus menghubungkan (Relationship) tabel-tabel tersebut :


Caranya adalah :

Buat relasi antara tabel-tabel tersebut dengan mengklik “Database Tool” dan “Relationship”kemudian akan muncul Show Tabel, setelah itu pilih semua tabel lalu klik Add, maka akan muncul tabel-tabel tersebut pada Relationship, seperti gambar dibawah ini :

Description: http://aditnanda.files.wordpress.com/2012/05/gambar12.png?w=260&h=320

Untuk membuat relasi drag Primary Key ke Kunci tamu pada tabel lain.Sesaat setelah melakukan drug dari Primary Key ke Kunci tamu di tabel lain, akan muncul jendela konfirmasi, klik Create. Lihat gambar dibawah ini :

Description: http://aditnanda.files.wordpress.com/2012/05/gambar13.png?w=272&h=320


Relasikan tabel-tabel tersebut sehingga seperti gambar dibawah ini :

Description: http://aditnanda.files.wordpress.com/2012/05/gambar14.png?w=640&h=150

Maka tabel-tabel tersebut akan saling berhubungan ketika kita input transaksi.

Dibawah ini adalah tampilan tabel-tabel yang telah kita relasikan.

A) Tabel Barang

Description: http://aditnanda.files.wordpress.com/2012/05/gambar16.png?w=400&h=195


B) Tabel Karyawan

Description: http://aditnanda.files.wordpress.com/2012/05/gambar17.png?w=400&h=200


C) Tabel Header Penjualan

Description: http://aditnanda.files.wordpress.com/2012/05/gambar18.png?w=400&h=196


Selanjutnya untuk membuat operasi penghitungan transaksi pada tabel detail penjualan, kita harus membuat Query, caranya adalah :

1. Klik Create, lalu pilih Query Design setelah itu pilih tabel detail penjualan lalu KlikAdd klik Close

2. Pada jendela Query buat Query seperti gambar dibawah ini :

Description: http://aditnanda.files.wordpress.com/2012/05/gambar15.png?w=640&h=259


3. Pada kolom terakhir pada field ketikan “ Total_Harga = [Harga] * [Jumlah] “, maka setelah dijalankan hasilnya seperti gambar berikut :

Description: http://aditnanda.files.wordpress.com/2012/05/gambar19.png?w=640&h=208


4. Simpan Query dengan nama : query_d_penj


Sabtu, 11 Juni 2016


X MM 

  • A. RIFKI EKA PUTRA
  • ACEP OKTAVIAN
  • JIDAR ARYA RAMADHAN
  • MUHAMAD KHOLID
  • ALDI APRIYADI
  • BAYU PRAKOSO
  • MAULANA YUSUF
  • ANISA ARIANTI
  • HERIYAWAN
  • IKBAL FAUZAN
  • KIKI WIDIASARI
  • MUHAEMIN
  • MULYANA
  • NANDAR RAHARJA
  • PEBRIANSYAH
  • RADEN USWATUN HASANAH
  • RENDI WAHYUDI
  • RIAN HIDAYAT
  • RIKI
  • RIZKY MAULANA
  • SITI ULFAH NUR INDAH
X TKJ 1
  • ABDUL AZIS
  • AHMAD PADHOLI
  • UWES KURNI
  • SYIFA FAUZIAH
  • SYAHRUL RAMADHAN
  • SRI RAHAYU
  • SITI JULAEHA
  • SANSAN FIRDAUS
  • RIANI SAEPUDIN
  • RESTU IRLANGGA
  • PENI AULIA YAHYA
  • PARIS ZIDAN PRATAMA
  • NURMANIA
  • NOVITA DWI PURYANI
  • NIA MULYAWATI
  • MUHAMAD SAHRUL
  • MUHAMAD ARIF
  • METI BINATUL AYUNDA
  • MAYA SARI
  • M. TEDI MULKI
  • M. IQBAL MUBAROK
  • M. IKBAL
  • M. FAZRI
  • M. ALGI
  • IRPAN NUDIN
  • IPAN ERI NUR.A
  • HASANUDIN
  • ARIANSYAH
  • ARDI SETIAWAN
  • APRIYANDI
  • ANDI MAULANA
  • ANDI
X TKJ 2
  • ABDUL KHOIRIL ANAABDUL KHOIRIL ANAM
  • SEPTIAN TRI CAHYA
  • SITI NURSAADAH
  • SUSI LAWATI
  • RIDWAN B
  • RIDWAN A
  • REZA AL-MANSYAH
  • REDA GUNAWAN
  • MEMEY ASTRIA
  • MARIANI
  • M. ZAELANI
  • LISYA ANANDA
  • KHOLIMATUL KHOIRUNISA
  • KERI PRIHATIN
  • KARLINA
  • IRWAN DARURATA
  • IMAN PERMANA
  • IMAM DARMAWAN
  • HIYANG NURILHAM
  • HERU HERDIANSYAH
  • HERI GUNAWAN
  • ERIK IRIANSYAH
  • ELVINA DAMAYANTI
  • ELSA
  • DENI SURIPTO
  • DEDE APRIYANTO
  • DADAN FAHMINULLOH
  • ASEP IRVANDI
  • APRIANDI
  • ANDIKA SETIAWAN
  • ANDIKA PUTRA P
  • AGUNG GUNAWAN
  • AGAM MULYANA
XI MM
  • ABDUL AZIS
  • ALFARIZI HADI PUTRA
  • DONI SAPUTRA
  • ETI FADILAH
  • FAJAR MUHAEMIN
  • MOHAMAD HIDAYAT
  • IRMAYANTI
  • MOHAMAD FIRMAN
  • MUHAMAD RIZKI
  • NENGSIH SUDARTI
  • PERAWATI
  • RESNA ROHMAT
  • RIZKI NUR IHYA
  • SISKA AMELIA
  • SRI LUPI PUJI WAHYUNI
  • SUMITRI
  • SYIFA FAUZIAH
XI TKJ 1
  • ERIK RAMDONI
  • KOMARUDIN
  • LILIS SUNENGSIH
  • SULAEMAN
  • SUPIAN
  • ZIKRI MAULANA
XI TKJ 2
  • AYU WULANTARI
  • MUHAMAD RIZKI
  • RIAN SUPARMAN
  • RIZKI JANWARIS
  • WAHYU SUBAKTI
  • ASIVA FAUZIAH ALWI
  • MUHAMAD DENI SAGITA
  • WAHYU SUBAKTI
Bab.I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Belakangan ini banyak orang Indonesia yang kurang mengerti bahasanya sendiri. Bukan dalam makna sebenarnya, akan tetapi mereka kurang paham akan kaidah-kaidah dan aturan tata bahasa yang ada di dalam Bahasa Indonesia. Berangakat dari masalah diatas, maka penulispun membuat makalah ini. Makalah ini sendiri membahas mengenai ejaan dan pemakaian tanda baca dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi-bunyi ujaran, bagaimana menempatkan tanda-tanda baca, bagaimana memotong-motong suatu kata, dan bagaimana menggabungkan kata-kata.
Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan fonem (suara) atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan. Aturan tanda baca berbeda antar bahasa, lokasi, waktu, dan terus berkembang. Beberapa aspek tanda baca adalah suatu gaya spesifik yang karenanya tergantung pada pilihan penulis.
2.      Rumusan Masalah
1)      Apakah yang dimaksud dengan ejaan ?
2)      Apa saja macam yang ada di Bahasa Indonesia ?
3)      Apa yang dimaksud dengan tanda baca ?
4)      Bagaimana pemakaian tanda baca yang benar dalam Bahasa Indonesia ?
3.      Tujuan Makalah
1)      Mengidentifikasi pemakaian EYD yang benar dan baku dalam Bahasa Indonesia.
2)      Mengidentifikasi pemakaian tanda baca yang benar dan baku dalam Bahasa Indonesia.




Bab.II
PEMBAHASAN
A.     Pengertian Ejaan
Ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi-bunyi ujaran, bagaimana menempatkan tanda-tanda baca, bagaimana memotong-motong suatu kata, dan bagaimana menggabungkan kata-kata.
B.     Macam-macam Ejaan
(a)   Ejaan Van Ophuysen
Ejaan Van Ophuysen disebut juga Ejaan Balai pustaka. Masyarakat pengguna bahasa menerapkannya sejak tahun 1901 sampai 1947.Ejaan ini merupakan karya Ch.A. Van Ophuysen, dimuat dalam kitab Logat Melayoe (1901). Ciri khusus ejaan Van Ophuysen:
Ejaan ini digunakan untuk menuliskan kata-kata Melayu menurut model yang dimengerti oleh orang Belanda, yaitu menggunakan huruf Latin dan bunyi yang mirip dengan tuturan Belanda, antara lain:
1.      Huruf (u) ditulis (oe).
2.      Komahamzah (k) ditulis dengan tanda (’) pada akhir kata misalnya bapa’, ta’
3.      Jika pada suatu kata berakhir dengan huruf (a) mendapat akhiran (i), maka di atas akhiran itu diberi tanda trema (”)
4.      Huruf (c) yang pelafalannya keras diberi tanda (’) diatasnya
5.      Kata ulang diberi angka 2, misalnya: janda2 (janda-janda)
6.      Kata majemuk dirangkai ditulis dengan 3 cara :
·     Dirangkai menjadi satu, misalnya (hoeloebalang, apabila)
·     Dengan menggunakan tanda penghubung misalnya, (rumah-sakit)
·     Dipisahkan, misalnya (anaknegeri)
Huruf hidup yang diberi titik dua diatasnya seperti Ã¤, Ã«, Ã¯ dan Ã¶, menandai bahwa huruf tersebut dibaca sebagai satu suku kata, bukan dipotong, sama seperti ejaan Bahasa Belanda sampai saat ini.
Kebanyakan catatan tertulis Bahasa Melayu pada masa itu menggunakan huruf Arab yang dikenal sebagai tulisan Jawi.
(b)   Ejaan Republik/Ejaan Suwandi
Ejaan Republik dimuat dalam surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mr. SoewandiNo.264/Bhg. A tanggal 19 maret 1947.Sebab ejaan ini disebut sebagai Ejaan Suwandi. Sistem ejaan suwandi merupakan sistem ejaan latin untuk Bahasa Indonesia.
Ciri khusus Ejaan Republik/ Suwandi :
1.      Huruf (oe) dalam ejaan Van Ophuysen berubah menada (u).
2.      Tanda trema pada huruf (a) dan (i) dihilangkan.
3.      Koma ‘ain dan koma hamzah dihilangkan. Koma hamzah ditulis dengan (k) misalnya kata’ menjadi katak.
4.      Huruf (e) keras dan (e) lemah ditulis tidak menggunakan tanda khusus, misalnya ejaan, seekor, dsb.
5.      Penulisan kata ulang dapat dilakukan dengan dua cara.
Contohnya :                           
a. Berlari-larian
b. Berlari2-an
6.      Penulisan kata majemuk dapat dilakukan dengan tiga cara
Contohnya :
a. Tata laksana
b. Tata-laksana
c. Tatalaksana
7.      Kata yang berasal dari bahasa asing yang tidak menggunakan (e) lemah (pepet) dalam Bahasa Indonesia ditulis tidak menggunakan (e) lemah, misalnya: (putra) bukan (putera), (praktek) bukan (peraktek).
(c)    Ejaan Malindo
Ejaan Malindo (Melayu-Indonesia) adalah suatu ejaan dari perumusan ejaan melayu dan Indonesia.Perumusan ini berangkat dari kongres Bahasa Indonesia tahun 1954 di Medan, SumateraUtara.Ejaan Malindo ini belum sempat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari karena saat itu terjadi konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia.
(d)   Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan/EYD
Pada Pada tanggal 16 Agustus 1972 Presiden Republik Indonesia meresmikan pemakaianEjaan Bahasa Indonesia. Peresmian ejaan baru itu berdasarkan Putusan Presiden No. 57,Tahun 1972. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarkan buku kecil yang berjudul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, sebagai patokan pemakaian ejaan itu.
Karena penuntun itu perlu dilengkapi, Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, yang dibentuk oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya tanggal 12 Oktober 1972, No. 156/P/1972 (Amran Halim, Ketua), menyusun buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan yang berupa pemaparan kaidah ejaan yang lebih luas. Setelah itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya No. 0196/1975 memberlakukan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Pada tahun 1987 kedua pedoman tersebut direvisi. Edisi revisi dikuatkan dengan surat Putusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0543a/U/1987, tanggal 9 September 1987.
1.                   Pemakaian Huruf
Apabila dibanding dengan Ejaan Suwandi, ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan menggunakan huruf abjad lebih banyak. Ejaan Suwandi hanya menggunakan 19 huruf sedangkan Ejaan Bahasa Indonesia yang tlah Disempurnakan menggunakan 26 huruf.Jumlah huruf dalam abjad ada 26 buah.Ini berarti ejaan kita sekarang telah memanfaatkan semua huruf yang terdapat dalam abjad.Kebijakan ini merupakan suatu langkah maju dalam pengembangan Bahasa Indonesia.
Pemakaian Bahasa Indonesia ingin berkembang dan maju dalam segala bidang seirama dengan tuntutan pembangunan. Langkah praktis yang ditempuhnya dengan menyerap unsur-unsur asing (yang mengandung konsep yang tidak terdapat dalam Bahasa Indonesia) dalam pemakaian Bahasa Indonesia.karena tidak ada konsepnya dalam Bahasa Indonesia, mereka menyerap unsur asing, misalnya, izin, folio, dan vak dalam Bahasa Indonesia. Dengan demikian, unsur bunyi z, f, v yang tadinya tidak ada dalam Bahasa Indonesia menjadi ada .hal ini tidk dapat dihindari, sebab situasi dan kondisi menuntut yang seperti itu. Kita tidak pantas lagi mengikuti aliran purisme yang mempertahankan “keaslian” bahasanya secara tidak proposional.Menyadari keadaan yang demikian itulah, ejaan kita sekarang menerima pemakaian huruf z, f, v, q, x, dan c dalam Bahasa Indonesia, walaupun pemakaiannya dalam batas-batas tertentu.
·         Huruf q dan x pemakaiannya dibatasi hanya dalam keperluan ilmu dan nama. Jadi, dalam pemakain umum, yaitu dalam kata-kata umum dan istilah, kedua huruf itu belum dapat dipakai. Dalam matematika, misalnya, dapat menandai sesuatu dengan q da x. begitu juga nama Baihaqi, Iqbal (nama orang); dan xerox, Xerxes, sinar-X (nama barang) dibenarkan. Tetapi kata-kata asing aquarium, equator, quadrat, extra, dan taxi harus dituliskan akuarium, ekuator, kuadrat, ekstra, dan taksi.Jadi q diganti k dan x digantti ks.
·         Huruf f dan v, walaupun dalam Bahasa Indonesia keduanya dibunyikan sama tetap dipakai secara berbeda. Kata-kata asing yang diucapkan (f) tak bersuara oleh pemakaian bahasa asing yang bersangkutan ditulis f dalam Bahasa Indonesia, sedangkan yang diucapkan (v) besuara oleh pemakaian bahasa asing yang bersangkutan dilambangkan dengan v. jadi, kata-kata asing factor, physiology, photocopy, vitamin, television, dan vacuum diubah menjadi faktor, fisiologi, fotokopi, vitamin, televisi, dan vakum.
·         Sedangkan huruf c dan y pemakaian kedua huruf ini sebagai realisasi kerjasama antara indonesia dan Malaysia, khususnya dalam hal pengembangan dan pembinaan kedua bahasa, yaitu Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia . apabila pada Ejaan suwandi penulisan bunyi (cacat) dan (sayat) ditulis tjatjat dan sajat, maka pada ejaan sekarang ditulis cacat dan sayat. Dalam Bahasa Melayu pun ditulis cacat dan sayat.
·         Bunyi (z) pada unsur asing yang masuk kedalam Bahasa Indonesia ditulis sebagai bunyi aslinya, yaitu z. oleh sebab itu, kata zakat, ziarah, zebra, zat, zodiac yang dianggap tepat, tetapi bukan jakat, jiarah, jebra, jat, dan sodiak.
                        Masalah lain yang perlu dibicarakan sehubungan dengan pemakaian huruf ini ialah tentang pelafalan huruf. Di dalam pedoman ejaan sekarang ini telah disebutkan tentang pelafalan huruf abjad yang dipakai dalam Bahasa Indonesia. Secara terperinci, huruf-huruf serta nama dan bunyinya sebagai berikut.
huruf
nama
bunyi yang dilambangkan
huruf
nama
bunyi yang dilambangakan
A
A
A
N
En
N
B
Be
B dan P
O
O
O
C
Ce
C
P
Pe
P
D
De
D dan T
Q
Ki
K
E
E
E
R
Er
R
F
Ef
F
S
Es
S
G
Ge
G dan K
T
Te
T
H
Ha
H
U
U
U
I
I
I
V
Ve
F
J
Je
Je
W
We
W
K
Ka
K dan G
X
Eks
Ks
L
El
L
Y
Ye
Y
M
Em
M
Z
Zet
Z

Selain huruf-huruf abjad di atas dalam Bahasa Indonesia juga dikenal Huruf Diftong. Huruf Diftong merupakan dua bunyi vokal yang dirangkap dalam satu suku kata. Di antara dari huruf-huruf diftong tersebut ialah:

Huruf Diftong
Contoh Pemakaian dalam Kata
Awal
Tengah
Akhir
Ai
Au
Oi
Ei
Ain
Aula
Syaitan
Saudara
Boikot
Pleistosen
Pandai
Harimau
Amboi
Survei

Terlepas dari huruf abjad utama pula dalam Bahasa Indonesia terdapat gabungan huruf konsonan yang membentuk sebuah bunyi. Contohnya adalah:

Gabungan Huruf Konsonan
Contoh Pemakaian dalam Kata
Awal
Tengah
Akhir
Kh
Ng
Ny
Sy
Khusus
Ngilu
Nyata
Syarat
Akhir
Bangun
Hanyut
Isyarat
Tarikh
Senang

2.      Penulisan Huruf
Tentang penulisan huruf ini ada dua hal yang dibicarakan yaitu tentang penulisan huruf besar atau kapital dan tentang penulisan huruf miring.
Di dalam pedoman ejaan telah dijelaskan bahwa penulisan huruf kapital selain dipakai sebagai huruf pertama kata awal kalimat juga dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
Misalnya:Mengapa kamu sedih?
Ayah bertanya, “Mengapa kamu sedih?”
Mengapa kamu sedih?”Tanya ayah.
Dalam pemakaian sehari-hari, terutama dalam suratkabar dan majalah, sering kita jumpa pemakaian nama gelar, jabatan dan pangkat diikuti selain nama orang, bahkan tidak diikuti sama sekali. Misalnya pada kalimat berikut:
·         Kemarin Gubernur Jawa Timur berkunjung ke Desa besuki.
·         Pada kesempatan itu, Gubernur menghimbau agar penduduk ikut mensukseskan sensus pertanian.
·         Bersamaan dengan itu, Camat Karang Ploso, Hermadi, juga melaporkan kemajuan daerah itu kepada Bupati Malang, Edi Slamet.
Pada prinsinya penulisan nama gelar, jabatan, dan pangkat yang diikuti nama orang tidak ditulis dengan huruf kapital awal katanya. Tetapi contoh-contoh diatas walaupun tidak diikuti nama orang terap mengacu kepada orang tertentu. Berarti sebagai nama pengganti nama diri. Oleh sebab itu, huruf awal nama jabatan atau gelar ketiga contoh diatas ditulis dengan huruf kapital.
Lain lagi halnya dengan pemakaian nama jabatan pada contoh berikut:
·         Seorang gubernur yang menjabat di daerah yang masyarakatnya multi kompleks harus bijak.
·         Siapa saja yang menjadi gubernur jawa timur harus dapat menjalankan program Koran masuk desa
·         Apakah kakakmu yang menjadi camat Sekar Putih sekarang?
Kata gubernur, gubernur jawa timur, dan camat Sekar Putih ditulis dengan huruf kecil awalnya, sebab tidak menunjuk pada orang tertentu. Jadi, kata yang menunjukkan jabatan atau pangkat tersebut sama dengan kata-kata benda umumnya, seperti radio, rumah, orang, dan kucing.
Masalah selanjutnya tentang bagaimana penulisan kata yang mengikuti kata sandang? Ditulis dengan kata sandang apa tidak? Yang jelas, ada dua kemungkinan. Apabila mengikuti kata sandang merupakan kata nama, maka awal katanya ditulis dengan huruf besar. Jadi, penulisan berikutlah yang benar.
-         si Gandu
-         sang Kerempeng
-         si Bisu
Tetapi, apabila yang mengikuti kata sandang berupa kata pengganti nama, huruf awal tidak ditulis dengan huruf kapital, misalnya:
-         si terdakwa
-         si anak
-         sang pembatu
-         sang istri
Tentang penulisan kata yang menunjukkan kekerabatan apakah ditulis dengan huruf kapital awalnya? Tidak selalu. Yang ditulis dengan huruf kapital awalnya hanyalah yang dipakai sebagai kata ganti atau sapaan saja, sedangkan yang lainnya tidak.Perhatikan conroh kata yang menunjuk kekerabatan berikut.
·         Mengapa Saudara mengatakan hal itu?
·         Saya benar-benar menganggap keluarga Pak Ali sebagai saudara sendiri.
·         Ayo, ke sini, Nak !” kata Ibu kepadaku.
·         Seorang anak harus berbakti kepada ibunya.
Kata saudara pada kalimat pertama serta nak dan ibu pada kalimat ke-tiga ditulis dengan huruf kapital awalnya karena kata tersebut sebagai kata sapaan (Saudara dan Nak) dan kata ganti (Ibu).Pada kalimat ke-2 dan ke-4 ditulis dengan huruf biasa, karena bukan sebagai kata ganti atau sapaan.
3.      Penulisan Kata
Penulisan Kata dalam Bahasa Indonesia merupakan sebuah urgensi yang tak boleh lepas dari sistem penulisan. Karena tiap karya sastra Bahasa Indonesia terbentuk dari kata-kata.
Di antara poin penting penulisan kata dalam EYD ialah:
1.      Kata Dasar
Kata yang sudah mewakili sebuah arti tanpa imbuhan apapun
2.      Kata Turunan
Merupakan kata dasar yang telah mengalami perubahan berupa imbuhan
3.      Bentuk Ulang
Merupakan kata yang ditulis berulang, baik bermakna tunggal, jamak maupun berulang. Bentuk kata berulang ini dihubungkan dengan lambang (-)
4.      Gabungan Kata
Merupakan kata majemuk yang mewakili sebuah arti. Adakalanya ditulis terpisah, bersambung, maupun dihubungkan dengan tanda (-)
5.      Kata Ganti –ku, kau, –mu, dan –nya
Kata yang menggunakan imbuhan kepunyaan ini ditulis bersambung
6.      Kata Depan di, ke, dan dari
Tiap-tiap kata depan ditulis terpisah dengan kata dasarnya
7.      Kata si dan sang
Kata yang menunjukkan sebuah subyek maupun obyek ini ditulis terpisah dengan kata dasarnya



8.      Partikel
Partikel –lah, -kah, dan –tah ditulis serangkai dengan kata dasarnya, sedangkan partikel pun ditulis terpisah. Selain itu partikel per yang berarti ‘mulai’, ‘demi’, dan ‘tiap’ ditulis terpisah dari kata dasarnya
9.      Singkatan dan Akronim
10.  Angka dan Lambang Bilangan
4.      Penulisan Unsur Serapan
Masalah pemakaian atau penulisan unsur serapan dalam Bahasa Indonesia sangat runyam.Dikatakan demikian sebab pemakaian Bahasa Indonesia sering begitu saja menyerap unsur asing tanpa memperhatikan situasi dan kondisinya.
Penyerapan unsur asing dalam pemakaian Bahasa Indonesia dibenarkan apabila:
1.      Konsep yang terdapat dalam unsur itu tidak ada dalam Bahasa Indonesia, atau
2.      Unsur itu merupakan istilah teknis sehingga tidak atau kerang layak dipakai unsur Indonesianya.
Apakah dengan penyerapan itu menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia miskin akan kata-kata? Tidak.Penyerapan unsur asing merupakan kejadian biasa pada setiap bahasa. Hal itu terjadi karena setiap bahasa mendukung kebudayaan pemakainya. Sedangkan kebudayaan pemakai bahasa satu dengan yang lain tidak ada yang sama. Pada suatu saat karena masyarakat pemakai bahasa yang satu dengan yang lainnya (yang masing-masing berlatar belakang kebudayaan berbeda) berkomunikasi, maka timbullah akulturasi, yaitu saling berpengaruhnya satu kebudayaan dengan yang lain. Salah satu wujud akulturasi itu adalah saling berpengaruhnya konsep-konsep tertentu. Misalnya, karena masyarakat Indonesia tidak mempunyai konsep tenteng “radio”, maka mereka menyerap konsep itu dari masyarakat pemakai bahasa Inggris. Sebaliknya, karena masyarakat pemakai bahasa Inggris tidak mempunyai konsep “bambu” maka mereka menyerap konsep itu dari masyarakat pemakai Bahasa Indonesia.Jadi peristiwa penyerapan tidak ada kaitannya dengan kaya atau miskin kata-kata.
Berikut ini disajikan beberapa kaidah ejaan yang berlaku bagi unsur serapan adaptasi:
·         ae, jika bervariasi dengan e, menjadi e
Haemoglobinhemoglobin
Haematite = hematite
·         ai tetap ai
Trailer = trailer
Caisson = kaison
·         e, di muka a,u, o dan konsonan, menjadi k
Constructionkonstruksi
CrystalKristal
Classification = klasifikasi
Caupekup
·         c, di muka e,I,oe, dan y, menjadi s
Central = sentral
Cylinder = silinder
Ceolomselom
·         cc, di muka o,u, dan konsonan, menjadi k
Accommodationa = komodasi
Acculturationakulturasi
Accumulation = akumulasi
·         cch dan ch, di muka a,o,dan konsonan, menjadi k
Charismakarisma
Chromosome = kromosom
·         ch, yang lafalnya c menjadi c
Chekcek
Chinacina
·         ee (belanda) menjadi e
Statosfeer = statosfer
Systemsystem
·         ph, menjadi f
Phasefase
Photocopy = fotokopi
·         q menjadi k
Aquariumakuarium
Equatorekuator
C.     Pengertian Tanda Baca
Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan fonem (suara) atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan. Aturan tanda baca berbeda antar bahasa, lokasi, waktu, dan terus berkembang. Beberapa aspek tanda baca adalah suatu gaya spesifik yang karenanya tergantung pada pilihan penulis.
D.    Macam-macam Tanda Baca
Untuk memahami sebuah kalimat dengan sempurna kita perlu memperhatikan tanda baca yang digunakan di dalamnya. Ada beberapa tanda baca yang dipakai dalam Bahasa Indonesiayaitu :
1.      Tanda baca titik (.)
Ada beberapa kaidah dalam penggunaan tanda baca titik (.) yaitu :
a.       Tanda baca titik (.) digunakan untuk mengakhiri kalimat yang bukan yang bukan berupa kalimat tanya atau kalimat seruan.
Contoh : – Saya beragama islam
–Hakikat pendidikan adalah memanusiakan manusia.
b.      Tanda baca titik (.) digunakan dibelakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar atau daftar.
Contoh :– 4.1 Pembahasan
–Lampiran 2. Calon jamaah haji
c.       Tanda baca titik (.) digunakan untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukan jangka waktu.
Contoh :– pukul 01.35.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik)
d.      Tanda baca titik (.) digunakan diantara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka.
Contoh :  Lesatariningrum, Dwi. 1989. Teknik Menjahit. Malang: Intan.
2.      Tanda baca koma (,)
Kaidah-kaidah penggunaan tanda baca koma (,) adalah sebagai berikut:
1.      Tanda baca koma (,) digunakan di antara unsur-unsur dalam suatu perincian.
Contoh:Saya membeli kertas, pena, dan tinta.
2.      Tanda baca koma (,) digunakan untuk memisahkan kalimat setara, apabila kalimat setara berikutnya diawali kata tetapi atau melainkan.
Contoh:– Semua pergi, tetapi dia tidak.
–Dia bukan kakakku, melainkan adikku.
3.      Tanda baca koma (,) digunakan apabila anak kalimat mendahului induk kalimat.
Contoh: Jika hari ini tidak hujan, saya akan dating.
4.      Tanda baca koma (,) digunakan untuk memisahkan anak kalimat jika anak kalimatnya itu mendahului induk kalimatnya.
Contoh: Saya akan memaafkan, jika ia bertobat.
5.      Tanda baca koma (,) digunakan di belakang ungkapan penghubung antar kalimat yang terdapat pada awal kalimat.
Contoh: Dia malas belajar. Oleh karena itu, dia tidak naik kelas.
3.      Tanda baca titik koma (;)
Kaidah penggunaannya sebagai berikut :
1.      Digunakan untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis atau setara.
Contoh: Matahari hamper terbenam; sinarnya yang kemerah-merahan; memantul di atas permukaan laut; indah sekali pemandangan ketika itu.
2.      Digunakan untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.
Contoh: Sore itu kami sekeluarga sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Ayah sedang membaca Koran; ibu menjahit baju; saya asyik membersihkan taman di depan rumah.
4.       Tanda baca titik dua (:)
Kaidah penggunaannya sebagai berikut:
1.      Digunakan sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan perincian.
Contoh:Ketua : Ahmad Wijaya,
Sekretaris : Imam Tantowi
Bendahara: Siti Khotijah
2.      Digunakan di anatara jilid atau nomor dan halaman, di antara bab dan ayat di dalam kitab suci, di antara judul dan sub judul, serta nama kata dan penerbit buku acuan.
Contoh: Tempo, I (1971). 34:7
Surat Yasin:19
Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur Hidup: Sebuah Studi, sudah terbit.
5.      Tanda hubung (-)
Kaidah penggunaannya sebagai berikut :
1.      Digunakan untuk merangkaikan se-dengan kata berikutnya yang di dimulai dengan huruf capital, ke- dengan angka, angka dengan- an, singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata, dan nama jabatan rangkap.
Contoh: Se-Indonesia
hadiah ke-2
tahun 50-an
Menteri-Sekretaris-Negara
sinar-X
Men-PHK-kan
2.      Digunakan untuk merangkai bahasa Indonesia dengan bahasa asing.
Contoh: di-smash, di-drill, mem-beckup, di-carge
6.      Tanda Pisah (–)
Tanda pisah (–) digunakan di antara dua bilangan atau tanggal dengan arti “sampai ke“ atau “sampai dengan”. Penulisan tanda baca pisah (–)dinyatakan dengan dua buah tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya.
Contoh: 1920–1945
Tanggal 15—10 April 19970
(Samsudin), 1999:25—34
Samsudin (1999:25—34)
7.      Tanda elipsis (…)
Tanda ini digunakan untuk menunjukan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang hilang.
Contoh: Sebab-sebab kemerosotan akhlak dikalangan mahasiswa…atau diteliti lebih lanjut.
8.      Tanda kurung ((…))
Tanda ini digunakan untuk hal-hal sebagai berikut:
1.      Digunakan untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.
Contoh: Dalam buku KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) Bab II pasal 10.
2.      Digunakan untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan.
Contoh: Aku (sebuah puisi karangan Chairul Anwar) adalah puisi angkatan 45.
9.      Tanda tanya (?)
Tanda tanya (?) digunakan pada akhir kalimat tanya, yakni kalimat yang membutuhkan jawaban.
Contoh: Siapa yang membawa tas saya ?
10.  Tanda seru (!)
Tanda ini digunakan sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau emosi yang kuat.
Contoh:
-         Alangkah seramnya peristiwa itu!
-         Ambilkan buku itu!
-         Duduklah!
-         Dasar mata keranjang!
11.   Tanda kurung siku ( [] )
Tanda ini digunakan untuk mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.
Contoh: Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan dalam Bab II [lihat halaman 67-89])
12.  Tanda petik (“…..”)
Tanda petik digunakan untuk mengakhiri petikan langsung .
Contoh: Kata Toto,”Saya juga berpuasa.”
“Hakikat pendidikan adalah memanusiakan manusia”(Imran,1998)
13.  Tanda petik tunggal (‘…’)
Tanda ini digunakan untuk mengapit makna, terjemahan, dan penjelasan kata atau ungkapan asing.
Contoh: 
-         Mastery Learning ‘belajar tuntas’
-         Reformasi ‘perubahan’
-         Keplicuk ‘dalam Bahasa Indonesia disebut terkilir’
-         Islami ‘bernuansa islam’
14.  Tanda garis miring (/)
Tanda garis miring digunakan dalam menulis nomor surat, nomor pada alamat, dan penandaan masa satu tahun yang tebagi dalam dua tahun takwim.
Contoh: 
-         14/YPU-i/12/99
-         Jalan Kramat III/10 Jakarta
-         Tahun Anggaran 1985/19986
15.  Tanda apostrof (‘)
Tanda ini berfunsi untuk penyingkat suatu kata yang digunakan untuk menunjukan penghilangan bagian suatu kata atau bagian angka tahun.
Contoh: 
-         malam ‘lah tiba (‘lah = telah)
-         1 Januari ’88 (’88 = 1988)
Berdasarkan uraian di atas tentang penggunaan tanda baca yang berlaku di dalam EYD dalam Bahasa Indonesia secara garis besar prinsip-prinsip umum pemakain tanda baca dapat diuraikan sebagai berikut
1.      Tanda tanya (?), tanda titik (.), tanda titk koma (;), tanda titik dua (:), dan tanda seru (!), ditulis rapat (tanpa spasi) dengan huruf akhir dengan kata yang mendahuluinya dan diberi spasi dengan kata yang sesudahnya.
2.      Tanda petik ganda (“), tanda petik tunggal (‘), dan tanda kurung (()) masing-masing diketik rapat dengan kata, frase, atau kalimat yand diapit.
3.      Tanda hubung (-), tanda pisah (–), dan garis miring (/) masing-masing diketik rapat dengan huruf yang mendahului dan yang mengikutinya.
4.      Tanda hitungan, seperti: sama dengan (=), tambah (+), kurang (-), kali (x), bagi (:), lebih kecil (<), lebih besar (>) ditulis dengan jarak satu spasi dengan huruf yang mendahului dan mengikutinya.



Bab.III
PENUTUP
1.      Kesimpulan
            Ejaan merupakan keseluruhan peraturan bagaimana menggambarkan lambang-lambang bunyi ujaran dan bagaimana interrelasi antara lambang-lambang itu (pemisahannya, penggabungannya) dalam suatu bahasa. Ejaan yang disempurnakan bertujuan untuk dapat berkomunikasi dengan bahasa indonesia yang baik dan benar. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam EYD, seperti :
1.      Pemakaian huruf
2.      Penulisan kata
3.      Pemakaian tanda baca

2.      Saran
Setelah penulis membuat seluruh isi dari makalah ejaan dan pemakaian tanda baca dalam Bahasa Indonesia ini penulis bermaksud memberi sedikit saran kepada pembaca untuk memperhatikan bagaimana cara menulis ejaan dan tanda baca yang benar sesuai aturan bakunya guna menjaga kebakuandari Bahasa Indonesia.




DAFTAR PUSTAKA

-         Syafi’ie, Dr. Imam. 1990. Bahasa Indonesia Profesi. Malang: IKIP Malang
-         Yaqin, M. Zubad Nurul. 2011. Bahasa Indonesia Keilmuan. Malang: UIN Maliki Press
-         Tim Pustaka Widyatama. 2009. EYD Lengkap. Malang: Pustaka Widyatama
-         http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Pedoman_penulisan_tanda_baca.html pada 27 Mei 2016 pukul 09.30
-         https://id.wikipedia.org/wiki/Tanda_baca pada 27 Mei 2016 pukul 09.52